Tuesday, March 9, 2010
dimanakah flatform terakhir????
Tak lama kemudian, seorang malaikat berseru, "Hai penghuni surga, tidak ada lagi kematian. Hai penghuni neraka, tidaka ada lagi kematian!” Akhirnya para penghuni surga semakin menjadi senang dan para penghuni neraka semakin menjadi sedih karenanya. {HR Muslim 8/153}
Dari Iyadh bin Himar Al Mujasyi'i ra, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah SAW berpidato:
"Ketahuilah, sesungguhnya Tuhanku telah memerintahkanku untuk mengajarkan kepada kalian apa yang telah diajarkan kepadaku pada hari ini yang belum kalian ketahui.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, 'Setiap harta yang Aku berikan kepada seseorang itu adalah halal. Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya berada pada jalan yang lurus. Setelah itu, syetan-syetan mendekati mereka untuk menyimpangkan mereka dari agamanya dan untuk mengharamkan apa yang telah Aku halalkan untuk mereka serta memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak aku beri kekuasaan.'
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melihat para penghuni bumi. Setelah itu, Dia membenci mereka, orang Arab maupun selain Arab, kecuali sebagian Ahli Kitab. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Aku telah mengutusmu ya Muhammad hanya untuk mengujimu dan menguji umat manusia dengan diutusnya dirimu. Aku telah menurunkan untukmu sebuah kitab yang tidak terbasahi oleh air (terjaga) yang senantiasa kamu baca ketika waktu tidur dan waktu terjaga."
Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk membakar (memperingatkan) orang-orang kafir Quraisy. Lalu saya pun berkata, ”Ya Allah, apabila aku membakar mereka, maka mereka akan memecah kepalaku dan meninggalkan kepalaku begitu saja seperti sekerat roti"
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab, "Usirlah mereka sebagaimana mereka mengusirmu; perangilah mereka, niscaya Kami akan membelamu; berinfaklah, niscaya Kami akan memberimu; kerahkanlah pasukan, niscaya Kami akan mengerahkannya lima kali lipat dari itu; dan perangilah orang yang mendurhakaimu dengan bantuan orang-orang yang setia denganmu!"
Rasulullah SAW bersabda, "Penghuni surga itu ada tiga golongan:
1. Penguasa yang adil, bersedekah dan berlaku jujur.
2. Orang muslim yang menaruh belas kasihan dan lemah lembut kepada setiap kerabat dekat.
3. Orang yang hidup dalam kekurangan harta benda dan banyak anaknya, akan tetapi ia selalu menjaga kesucian diri dari dosa.
Sementara penghuni neraka itu ada lima golongan:
1. Orang lemah yang tidak mempunyai amal kebajikan.
2. Orang yang ikut-ikutan, tidak mau mencari nafkah, dan tidak peduli kepada keluarganya.
3 . Pengkhianat yang tidak ada hal-hal sekecil apapun melainkan ia akan berkhianat terhadapnya.
4. Orang yang senantiasa berbuat makar untuk mengganggu keluarga dan harta orang lain.
(Selain itu beliau juga menuturkan kekikiran dan kedustaan sebagai penyebab seseorang masuk neraka).
5. Orang yang bermulut kotor dan selalu berbuat keji.
{HR Muslim 8/159}
malaikat maut
lagi-lagi baru-baru ni saya mengikuti latihan menembak..tentulah banyak kemungkinan yang mungkin berlaku...kerna kami menggunakan peluru hidup...salah sasaran mungkin menyebabkan maut.lagi pula perjalanan untuk ke lapangan tembak sangat jauh, hanya Allah sahaja yang tahu betapa risau nya hati ini jika nyawa dicabut dikala bekalan masih belum cukup walu segengam..
masih belum cukup untuk dijinjing dan dijunjung...
dalam pada itu saya menjumpai artikel..untuk dikongsi..semoga kita sama2 menghayati dan mengambil pelajaran pada setiap ilmu...dan belih baik diamalkan dan disampaikan...
artikel ini mengenai betapa kerapnya malaikat maut menjenguk kita setiap hari...
anda akan terkejut dengan kenyataan ini..iaitu sebanyak 70 kali sehari...
renungkanlah...
BETAPA seringnya malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali.. Andai kata manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail atas Kuasa Allah.
Justru itu, tidak heranlah, jika banyak sekali manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
"Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa."
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ihwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu ketentuan biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh suatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker, sakit jantung, AIDS, demam berdarah, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, " sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?".
Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.
Walau bagaimana pun, ada kalanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kehilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal amalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mendandak disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.
Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa sedih apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, kerana kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai macam sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila terjadinya kematian, mereka akan berkata bahawa si fulan itu mati karena mengidap sakit, ataupun karena mendapat kemalangan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang memangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub, semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada kalanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal kondisi seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud :
"Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya." (Surah Al-A'raf ayat 34)
Thursday, March 4, 2010
ajari aku wahai syahid
Ajarilah aku, bagaimana bisa mati Syahid
Ajari aku agar biar mati terpuji
Ajari aku, bagaimana aku harus patuh kepada Rabb-ku,
Meninggalkan dunia, nun jauh di sana
Ajari aku, bagaimana meninggalkan keluarga-ku
Dalam keadaan teguh dan sabar, seperti gunung yang kokoh
Ajari aku, bagaimana meninggalkan anak-anak ku
Dengan menunduk dan menata hidup baru
Kupasrahkan orang-orang yang ku cintai, kepada yang Maha Penyayang
Tidak ada yang menyantuni ayah ku, selain yang Maha Penyayang
Demi Rabb-mu, ajari dan katakan pada ku
Apakah kamu tidak pernah menginginkan kehidupan?
Beritahu aku kabar gembira itu, wahai kekasihku
Nikmat apa yang kau lihat pada orang yang mati Syahid?
Wajah mu adalah cahaya yang tidak menjemukkan pemandangnya,
Kata-katamu adalah kebenaran, dan telah ada buktinya
Diam mu adalah berpikir, kau tidak suka banyak bicara
Urusan mu adalah serius, dan jauh dari senda gurau
Bangunlah saudara ku, bulatkan tekad mu
Setelah itu, engkau tidak akan takut lagi!
sumber www.tawhed.ws/buku "Darah Syuhada"
Dikisahkan, Tuhan setiap saat mendengar keluh kesah, ketidakpuasan, dan penderitaan dari manusia ataupun dari makhluk lain ciptaan-Nya. Pada suatu ketika, Tuhan ingin sekali tahu bagaimana jika semua makhluk tersebut diberi kesempatan memilih hidup sekali lagi, ingin menjadi apakah masing-masing dari mereka? Maka, Tuhan pun bertanya kepada semua makhluk ciptaan-Nya.
Saat itu, tikus dengan cepat menjawab, "Jika diberi kesempatan memilih, aku ingin menjadi kucing. Enak jadi kucing, dia bisa bebas merdeka berada di dapur, disediakan makanan, susu, dan dielus-elus oleh manusia."
Kucing pun dengan sigap menjawab, "Kalau bisa memilih, aku ingin jadi tikus. Kepandaian tikus mengelilingi lorong-lorong rumah membuat orang serumah kewalahan, dan tikus bahkan bisa mencuri makanan yang tidak bisa aku santap. Hebat sekali menjadi seekor tikus."
Saat pertanyaan yang sama disampaikan ke ayam, ayam menjawab, "Pasti aku ingin menjadi seekor elang. Lihatlah langit di atas sana, elang tampak begitu perkasa mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa luas, membuat semua makhluk iri, ingin menjadi seperti dirinya. Tidak seperti diriku, setiap hari mengais makanan, terkurung dan tidak memiliki kebebasan sama sekali."
Sebaliknya, si elang segera menjawab, "Aku mau menjadi seekor ayam. Ayam tidak perlu bersusah payah terbang kesana-kemari untuk mencari mangsa. Setiap hari sudah disediakan makanan oleh petani, diberi suntikan untuk mencegah penyakit, dan ayam begitu terlindung di dalam kandang yang nyaman, bebas dari hujan dan panas."
Saat pertanyaan yang sama diberikan pada manusia, ternyata perempuan dan lelaki pun memberikan jawaban yang beda. Si perempuan menjawab, "Saya ingin menjadi laki-laki. Pemimpin besar dan yang hebat-hebat adanya pasti di dunia laki-laki, Menjadi perempuan sangatlah menderita, harus selalu melayani, bertarung nyawa melahirkan anak, kemudian membesarkan mereka, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan."
Kaum lelaki pun tak urung ikut menjawab, "Aku mau jadi perempuan. Halus budi bahasanya, tidak perlu bekerja keras menghidupi keluarga, selalu disayang, dilindungi dan dimanjakan. Ingat, tidak ada pahlawan yang lahir tanpa seorang perempuan, surga saja ada di bawah telapak kaki ibu atau perempuan."
Setelah mendengar semua jawaban para mahluk ciptaan-Nya, Tuhan pun memutuskan tidak memberi kesempatan untuk memilih lagi. Maka, setiap makhluk akan kembali menjadi makhluk yang sama.
Pembaca yang berbahagia,
Ada pepatah yang mengatakan, "Rumput tetangga selalu lebih hijau dibandingkan dengan rumput di kebun sendiri." Hal tersebut sejalan dengan kisah di atas. Memang, tak bisa dimungkiri jika manusia kadang justru lebih sering memikirkan kelebihan, kebahagiaan, dan kesuksesan orang lain. Hal ini membuat orang acap kali mengabaikan apa yang sudah dimilikinya. Tak heran, jika pikiran selalu dipenuhi dengan perasaan tersebut, maka hidup akan selalu menderita akibat terbiasa selalu membanding-bandingkan. Padahal, tahukah kita jika orang yang kita pikirkan justru mungkin berpikir sebaliknya?
Maka, dengan mampu menerima dan bersyukur apa adanya atas apapun yang kita miliki adalah kebijaksanaan. Dan, bisa ikut berbahagia melihat kebahagiaan dan kesuksesan orang lain adalah kekayaaan mental.
Mari, cintai apa yang kita miliki, hidup pasti akan lebih berarti. Maka, kita akan bisa menyongsong kegembiraan dan kebahagiaan sejati. Salam sukses luar biasa !!! Andrie Wongso
science and al-quran
Science : Finger tips can be used for Identification
Qur'an : Does man think We cannot assemble his bones?
Yes . . . We are able to put together in perfect
order the very tip of his fingers.
Science : Atoms are found in pairs
Qur'an : Glory be to ALLAH, Who created in pairs all things
that the earth produces, as well as their own( human )
kind, and other things of which they have no knowledge.
Science : Honey is healing for mankind
Qur'an : Comes from their ( the bees ) belleis
a drink of varying colours, wherein is healing
for human being. Verily in this is a sign for people who reflect.
Science : Separation of salt and sea water
Qur'an : Verily He is the One Who has joined
the two seas: this is palatable and sweet, and
this is salty and bitter. And He made a barrier
between the two of them, and a partition that is forbidden to be passed.
Science : Milk as a wholesome meal
Qur'an : And verily for you in the cattle there
is an instructive sign ( lesson ). We give you to
drink of that which is in their bellies from
between excretions and blood, pure milk palatable to the drinkers.
Science : Oceans have darkness under their surfaces
Qur'an : Or as darkness in a vast, deep sea,
there it covers waves, from above which are
waves, from above which are clouds. Darkness
on top of each other. If a man stretches out his
hand, he can hardly see it. And whoever ALLAH
does not make light for him, for him there is no light.
Science : Iron and steel
Qur'an : And We sent down Iron, in which is
severe strength and benefits for mankind.
Verily in this is a Sign for people who reflect.
Science : Sun and Moon
Qur'an : It is not permitted to the sun to catch
up with the Moon, nor the night outstrip the Day. Each floats in an orbit.
Science : Creation of living creatures from water
Qur'an : We made from water every living thing.
Science : Mountains have roots inside the earth
Qur'an : Have We not made the earth as a
wide expanse, and the mountains as pegs.
untuk khusuk dalam solat kita kenelah paham
maksud pada setiap bacaan yang kita bace
spt doa iftitah,al-fatihah,tym rukuk,sujud, tahiyat..
kat sini saya nak share serba sedikit tentang
maksud dalam solat yang sebenarnya..
Allahuakhbar
Allah maha besar
Doa iftitahMaha suci Allah sepanjang pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang
menciptakan langitr dan bumi, dengan suasana
lurus dan berserah diri dan aku bukan dari
golongan org musrik. sesungguhnya solatku, ibadatku,
hidupku, matiku, adalah untuk Allah Tuhan
sekelian alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan
kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan
bagiNYa dan aku dari golongan orang Islam.
Al-Fatihah
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang Maha pemurah lagi Maha Mengasihani.
Yang Menguasai hari pembalasan.
Hanya Engkau yang kami sembah
dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
iaitu jalan orang2 yang Engkau
kurniakan nikmat kepada mereka,
bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
Bacaan semasa rukuk
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Mulia dan segala puji-pujiannya.
Bacaan semasa kite bangun dari rukuk
Allah mendengar pujian orang yang memujinya.
Bacaan semasa iktidal
Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian
Bacaan semasa kita sujud
Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan
dengan segala puji-pujiannya
Bacaan semasa duduk antara 2 sujud
Ya Allah, ampunilah daku, Rahmati daku,
angkatlah darjatku, rezekikan daku, berilah
aku hidayah, sihatkanlah daku dan maafkanlah daku.
Bacaan semasa tahiyat awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang
baik adaalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau
wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba
Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada
Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi
bahawasanya Muhammad itu pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad
Bacaan ketika tahiyat akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang
baik adalah untuk Allah. Sejahtera
atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah
serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba
Allah yang soleh.Aku naik saksi bahawa tiada
Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi
bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami,selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad
dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau
selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim
di dalam alam ini. sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji lagi Maha Agung.
Bacaan doa qunut
Ya Allah, berikanlah aku pertunjuk sebagaimana
orang-orang yang telah Engkaun tunjuki.
Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang
yang telah Engkau sejahterakan. pimpinlah aku
sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.
berkatilah hendaknya untukku apa-apa yang telah Engkau
berikan kepadaku. Jauhkanlah aku daripada segala
kejahatan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan,
dan tidak sesiapapun yng berkuasa menetapkan
sesuatu selain daripada Engkau.
Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi
pimpinanu. Dan tidak mulia orang-orang yang
Engkau musuhi. Telah memberi berkat Engkau,
ya Tuhan kami dan segala dan maha tinggi Engkau.
Hanya untuk Engkaulah segala macam puji
terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan.
Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau.
Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi
yang ummi dan sejahtera ke atas
keluarganya dan sahabat-sahabatnya
/////////////////////////////////////// SEKIAN